Kembali ke Blog

Masa Depan Interoperabilitas Pemerintah: Webhooks vs WebSocket

Dalam era transformasi digital pemerintahan Indonesia, kebutuhan akan sistem yang dapat berkomunikasi secara real-time antar instansi menjadi semakin krusial. Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) adalah salah satu proyek ambisius yang kami kerjakan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital.

Masalah dengan Pola Request-Response Tradisional

Pola komunikasi tradisional Request-Response (Sinkronus) kurang efisien untuk notifikasi perubahan data antar-instansi. Setiap kali ada perubahan data di satu instansi, sistem lain harus melakukan polling secara berkala untuk mengetahui perubahan tersebut.

Bayangkan skenario: Dukcapil memperbarui data kependudukan. Dengan pola tradisional, semua instansi yang membutuhkan data tersebut (Kemensos, BPJS, Kepolisian, dll) harus secara aktif menanyakan 'apakah ada perubahan?' setiap beberapa menit. Ini tidak efisien dan membebani server Dukcapil.

Solusi: Event-Driven Architecture

Event-Driven Architecture (EDA) membalik paradigma ini. Alih-alih consumer yang aktif bertanya, producer yang memberitahu saat ada perubahan. Ada tiga teknologi utama yang bisa digunakan:

1. Webhooks

Webhooks ideal untuk notifikasi server-to-server (misal: update data kependudukan). Efisien karena hanya mengirim data saat ada event. Producer mengirim HTTP POST ke endpoint yang didaftarkan oleh consumer.

Use Cases:
  • Sinkronisasi data antar database
  • Notifikasi status transaksi
  • Trigger workflow otomatis

2. Server-Sent Events (SSE)

SSE adalah solusi terbaik untuk streaming satu arah ke dashboard pengguna. Lebih ringan daripada WebSocket karena menggunakan HTTP standar dan tidak memerlukan handshake khusus.

Use Cases:
  • Progress bar sinkronisasi data
  • Live notification feeds
  • Real-time dashboard updates

3. WebSocket

WebSocket diperlukan hanya untuk komunikasi dua arah real-time dengan latensi sangat rendah. Overhead-nya lebih besar daripada SSE, jadi gunakan hanya jika benar-benar diperlukan.

Use Cases:
  • Dashboard monitoring operasional pusat
  • Collaborative editing
  • Real-time chat

Kesimpulan

Implementasi Event-Driven Architecture (EDA) adalah kunci skalabilitas SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik). Dengan memilih teknologi yang tepat untuk setiap use case, kita dapat membangun sistem yang efisien, scalable, dan maintainable.

Share: